Pages

pendapatan nasional

Pendapatan Nasional Sejarah Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Showing posts with label Bank. Show all posts
Showing posts with label Bank. Show all posts

Wednesday, 27 August 2008

Kredit Bank Menanjak

Monday, 5 February 2007

Kredit Bank: Tetap Tumbuh Tapi Melambat

Awalnya banyak kalangan khawatir, dampak buruk kenaikan harga BBM akan menekan permintaan kredit perbankan 2006. Namun data sampai November tahun lalu, posisi kredit ternyata masih tumbuh 12,1 persen. Memang melambat dibanding tahun-tahun sebelumnya dan dibawah target BI 15-18 persen. Namun bagaimanapun, capaian tersebut tidaklah terlalu buruk.


Kredit Sektor Pertambangan dan Pertanian sangat menolong capaian tersebut, yang masing-masing tumbuh 29% dan 22%. Sementara posisi kredit sektor manufaktur hanya tumbuh rendah 5%.

Monday, 15 January 2007

Asing malas menyalurkan kredit?

Bank Indonesia berencana membatasi kepemilikan asing di perbankan nasional dari 99% menjadi 51%, karena konon Bank Nasional yang dikendalikan oleh Asing terkesan ’malas’ menyalurkan kredit.

Memang ternyata itu hanya isu, karena di koran investor daily hari ini, BI tegas-tegas telah membantah memiliki rencana tentang pembatasan kepemilikan asing. Menurut Gubernur BI, jika ada rencana tersebut pasti akan diumumkan ke publik.

Tapi yang menarik, benarkah Bank yang dikendalikan asing malas menyalurkan kredit?

Ada enam Bank yang saat ini dikendalikan (kepemilikan di atas 51%) oleh Asing yaitu Lippo, NISP, Danamon, BII, Niaga dan Buana Indonesia. Jika dilihat pertumbuhan kredit mereka selama 9 bulan pertama 2006, ternyata tiga bank mencatat pertumbuhan kredit yang lebih rendah dari rata-rata nasional. Tetapi tiga lainnya ternyata lebih tinggi.

Grafik. Pertumbuhan Posisi Kredit Bank, 9 bulan pertama 2006


Dengan distribusi seperti ini, nampaknya sulit untuk menyimpulkan asing 'malas' menyalurkan kredit.